Jaga Toleransi Sejak Dini, Tiga Tempat Ibadah di SMPN 3 Grogol Diresmikan Jelang HUT ke-81 RI

admin
Img 20260820 Wa0005

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa’iz, yang turut hadir dalam peresmian, menyampaikan apresiasi atas langkah SMPN 3 Grogol dalam menghadirkan ruang ibadah bagi siswa dari berbagai latar belakang keyakinan.

Menurutnya, keberadaan Masjid Al-Ikhlas, Gereja Immanuel, dan Pura Widya Loka dalam satu lingkungan sekolah merupakan gambaran nyata bahwa nilai keagamaan dan semangat kebangsaan dapat berjalan beriringan.

“Pendidikan agama tidak hanya mengajarkan bagaimana seseorang menjalankan ibadah, tetapi juga bagaimana menghormati orang lain yang memiliki keyakinan berbeda. Inilah nilai moderasi beragama yang penting ditanamkan sejak usia sekolah,” ujar Achmad Fa’iz.

Ia berharap keberadaan tiga tempat ibadah tersebut dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lainnya dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan menghargai kebebasan menjalankan ibadah.

Dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, peresmian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun di atas keberagaman. Perbedaan agama, suku, budaya, dan latar belakang bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan bangsa.

Kehadiran jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, di antaranya Plh. Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS), Penyelenggara Katolik, dan Penyelenggara Kristen, turut menegaskan dukungan terhadap penguatan moderasi beragama dan pembinaan kehidupan keagamaan yang harmonis di lingkungan pendidikan.

Tiga tempat ibadah yang berdiri berdampingan di SMPN 3 Grogol pun menjadi simbol sederhana namun kuat: semangat kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang merawat kebebasan beragama, menghormati perbedaan, serta menumbuhkan generasi yang mampu hidup dalam keberagaman dengan penuh persaudaraan.

Semangat “Bhinneka Tunggal Ika” itulah yang diharapkan terus tumbuh dari lingkungan sekolah, sehingga nilai toleransi tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan generasi muda Kabupaten Kediri. (sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!