Gunung Kelud Masih Aktif, Polres Kediri Kerahkan Ratusan Personel Hadapi Potensi Bencana

admin
Img 20260919 Wa0014

Kesiapsiagaan tak hanya dilakukan aparat. Di garis depan kawasan lereng Kelud, relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, juga terus mempersiapkan diri.

Desa tersebut berada di kawasan terdepan lereng Kelud. Sebanyak 20 relawan Destana telah disiagakan dan mendapat pelatihan secara rutin bersama BPBD maupun dinas terkait.

Ketua Destana Sugihwaras, Anang Wianto, mengatakan para relawan siap bergerak jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Namun, medan Kelud menyimpan persoalan tersendiri. Salah satunya adalah keterbatasan akses terhadap sumber air ketika kebakaran terjadi di kawasan hutan.

“Kalau terjadi karhutla, kami siap membantu memadamkan. Namun, kendala terbesar di medan Gunung Kelud adalah sulitnya akses air. Karena itu, jika ada titik api, kami biasanya memanfaatkan alat seadanya terlebih dahulu untuk lokalisir sebelum pemadaman skala besar,” jelas Anang.

Img 20260919 Wa0013

Kondisi tersebut membuat deteksi dini dan tindakan cepat menjadi sangat penting. Api yang masih kecil harus segera dilokalisir sebelum berkembang dan sulit dikendalikan.

Kesiapsiagaan di lereng Kelud pada akhirnya bukan hanya soal jumlah personel atau kelengkapan peralatan. Yang lebih penting adalah seberapa cepat informasi diterima, seberapa solid koordinasi dilakukan, dan seberapa sigap masyarakat bergerak ketika ancaman muncul.

Sinergi Polres Kediri, TNI, BPBD, pemerintah daerah, Destana, relawan, dan masyarakat menjadi lapisan pertahanan pertama dalam menghadapi potensi bencana.

Gunung Kelud boleh tetap menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Kediri. Namun di balik keindahan lerengnya, kesiapsiagaan harus terus dijaga.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!