Kirab Kebangsaan di nDalem Pojok, Pelajar SMPN 1 Wates Tanamkan Semangat Konstitusi dan Cinta Tanah Air

admin
Img 20260820 Wa0007

Mediaciber.net.Kediri

Semangat kebangsaan menyelimuti Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Selasa (18/8/2026). Ratusan pelajar, guru, tokoh masyarakat, tokoh spiritual, serta lintas komunitas mengikuti Kirab Kebangsaan untuk memperingati Hari Konstitusi Republik Indonesia.

Kirab dimulai dari Balai Desa Pojok dan berakhir di Situs Persada Sukarno nDalem Pojok, sebuah situs yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan masa kecil Ir. Soekarno.

Pelajar dan guru SMPN 1 Wates menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mereka berjalan bersama peserta dari berbagai elemen masyarakat, membawa semangat persatuan sekaligus mengenalkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

Barisan kirab tampil sarat simbol kebangsaan. Di bagian depan terdapat tokoh spiritual, disusul lambang Garuda Pancasila yang diapit plakat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Deretan foto Presiden Republik Indonesia sejak era Ir. Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto juga turut diarak dengan khidmat.

Suasana semakin semarak ketika bendera Merah Putih berukuran raksasa dibentangkan di sepanjang perjalanan. Kehadiran para pelajar, komunitas dan masyarakat membuat kirab tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk meneguhkan kembali kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Setibanya di halaman Situs Persada Sukarno nDalem Pojok, peserta disambut penampilan seni tari dari Sanggar Tari Sasono Panji Saputro. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara bendera, doa bersama lintas agama, serta santunan kepada anak yatim.

Kepala SMPN 1 Wates, Mashuri, menilai keterlibatan pelajar dalam Kirab Kebangsaan memiliki nilai pendidikan yang sangat penting. Menurutnya, pendidikan nasionalisme tidak cukup hanya diberikan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi perlu diwujudkan melalui pengalaman langsung.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena anak-anak tidak hanya belajar tentang Pancasila, UUD 1945 dan sejarah bangsa melalui buku, tetapi mereka bisa merasakan langsung bagaimana semangat kebersamaan, persatuan dan cinta tanah air diwujudkan bersama masyarakat. Ini menjadi pembelajaran karakter yang sangat berharga bagi para siswa,” ujar Mashuri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!