Perkuat Mesin Pendidikan Kediri, Lima Pejabat Baru Tempati Pos Strategis

admin
Img 20260825 Wa0004

Mediaciber.net.Kediri

Jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mendapat suntikan kekuatan baru. Sebanyak delapan pejabat resmi menerima amanah baru melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji pejabat manajerial Pemerintah Kabupaten Kediri, Senin (24/8/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan organisasi, khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Dari delapan pejabat yang dilantik, lima di antaranya menempati posisi strategis di Dinas Pendidikan, mulai dari bidang pendidikan anak usia dini hingga guru dan tenaga kependidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., menyambut baik penataan dan pengisian jabatan tersebut. Menurutnya, kehadiran pejabat baru harus menjadi energi tambahan untuk memperkuat kinerja organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

Muhsin menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kinerja nyata. Para pejabat yang baru dilantik diharapkan segera beradaptasi, memahami persoalan di lapangan, serta mampu mengambil langkah-langkah solutif.

“Jabatan ini adalah amanah dan tanggung jawab. Yang paling penting setelah pelantikan adalah bagaimana amanah tersebut diwujudkan dalam kerja nyata dan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh jajaran Dinas Pendidikan untuk tidak bekerja secara sektoral. Koordinasi antarb idang perlu diperkuat karena berbagai persoalan pendidikan membutuhkan kerja bersama, komunikasi yang efektif, serta respons yang cepat.

Penguatan tersebut menjadi semakin penting mengingat cakupan layanan pendidikan di Kabupaten Kediri cukup luas, mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal, pendidikan dasar dan menengah pertama, hingga pengelolaan guru dan tenaga kependidikan.

Dengan masuknya pejabat baru, Muhsin berharap koordinasi dan pelayanan di masing-masing bidang semakin efektif. Setiap pejabat diminta memahami target organisasi sekaligus mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah daerah ke dalam program yang benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah, guru, peserta didik, dan masyarakat.

“Jangan berhenti pada seremonial pelantikan. Setelah ini harus ada akselerasi pekerjaan, koordinasi yang lebih kuat, dan pelayanan yang semakin responsif,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!