Mediaciber.net.Kediri
Mangga Podang Lereng Wilis kini punya modal baru untuk naik kelas. Setelah resmi mengantongi Sertifikat Indikasi Geografis (IG), Pemerintah Kabupaten Kediri langsung menyiapkan langkah untuk menjaga populasi, kualitas, sekaligus mendongkrak nilai jual mangga khas tersebut.
Mangga Podang selama ini menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan Kabupaten Kediri, terutama di wilayah barat Sungai Brantas. Keunikan rasanya tak lepas dari karakter tanah di kawasan lereng Gunung Wilis yang membuat mangga ini memiliki cita rasa dan tekstur khas.
Pemkab Kediri pun tak ingin status IG berhenti sebatas sertifikat. Peremajaan tanaman menjadi salah satu langkah yang dilakukan melalui pengadaan bibit baru. Di sisi lain, edukasi kepada petani terus digencarkan agar kualitas buah tetap terjaga.
Salah satu yang ditekankan adalah agar petani tidak menggunakan booster untuk mempercepat pematangan buah.
“Kita juga terus mengedukasi petani untuk menjaga kualitas dari mangga podang itu,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, usai mengikuti sesi diskusi bertajuk “Pasti Ada Solusi” di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Jumat (18/9).
Menurut Dewi, karakter Mangga Podang Lereng Wilis tidak bisa dilepaskan dari lingkungan geografis tempat tanaman tersebut tumbuh. Kondisi tanah di kawasan lereng Gunung Wilis menjadi salah satu faktor yang membentuk rasa dan tekstur khas mangga tersebut.
Karena itu, menjaga kualitas Mangga Podang juga berarti menjaga kawasan dan lahan yang menjadi habitat produksinya.












