Rp9,9 Miliar Disiapkan untuk Benahi Kawasan Kumuh Ngronggo, Pemkot Kediri Bidik Lingkungan Lebih Layak Huni

admin
Img 20260926 Wa0009

Mediaciber.net.Kediri

Pemerintah Kota Kediri serius membenahi kawasan kumuh di Kelurahan Ngronggo. Tak tanggung-tanggung, total rencana dukungan pembiayaan penanganan kawasan tersebut mencapai Rp9,9 miliar melalui program PERMATA Jawa Timur.

Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat membuka Final Expose Readiness Criteria Penanganan Kawasan Kumuh Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi untuk Kelurahan Ngronggo di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengajuan penanganan kawasan kumuh melalui program PERMATA Jawa Timur. Berbagai aspek mulai dari kesiapan perencanaan, teknis, kelembagaan hingga dukungan pembiayaan dipaparkan dan dievaluasi untuk memastikan Ngronggo benar-benar siap mendapatkan intervensi program.

“Pertemuan kita hari ini tentu bukan sekadar untuk memenuhi tahapan readiness criteria. Lebih dari itu, bagi kami ini menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa rencana penanganan kawasan Ngronggo benar-benar matang, realistis, dan yang paling penting, menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Vinanda.

Vinanda menegaskan, Ngronggo menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian serius karena memiliki persoalan permukiman sekaligus posisi strategis sebagai subpusat pelayanan kota.

Aktivitas perdagangan dan jasa, pendidikan, hingga perkantoran terus berkembang di kawasan tersebut. Karena itu, peningkatan kualitas lingkungan Ngronggo dinilai tidak hanya berdampak bagi warga setempat, tetapi juga terhadap aktivitas perkotaan Kota Kediri secara lebih luas.

Lokus penanganan yang diusulkan memiliki luas sekitar 13,86 hektare, dengan jumlah penduduk sekitar 1.413 jiwa atau 493 kepala keluarga.

Berdasarkan hasil penilaian, kawasan tersebut masuk kategori kumuh ringan dengan nilai 17. Namun, Vinanda menegaskan kategori tersebut bukan berarti persoalan di lapangan bisa dianggap sepele.

Sejumlah kebutuhan mendesak masih harus ditangani, mulai dari peningkatan kelayakan hunian, jalan lingkungan, drainase, penyediaan air minum, sanitasi, pengelolaan persampahan hingga proteksi kebakaran.

“Itulah sebabnya kami mendorong pendekatan skala kawasan yang terpadu dan terintegrasi,” tegasnya.

Menurut Vinanda, tujuan penanganan kawasan bukan sekadar mengubah status dari kumuh menjadi tidak kumuh. Lebih jauh, Pemkot Kediri ingin menghadirkan kawasan yang layak huni, sehat, aman, tertata dan berkelanjutan.

“Tujuan kami bukan sekadar mengubah status kawasan dari kumuh menjadi tidak kumuh. Kami ingin menghadirkan lingkungan yang lebih layak huni, lebih sehat, lebih aman, lebih tertata, dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, penataan tersebut juga harus mampu mendukung potensi yang sudah tumbuh di masyarakat,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!