“Sedangkan nilai yang harus dikembangkan dalam bela negara adalah cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara serta rela berkorban bila negara membutuhkan,” tuturnya.
“Dengan adanya akses tidak terbatas dari media sosial atau dunia maya tentunya sangat memengaruhi cara berpikir seseorang dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya, sehingga percaya dengan konten yang direkonstruksi oleh kelompok radikal intoleran yang menginginkan suatu negara tidak pernah aman,” imbuhnya.
Di akhir sesi paparan Dandim mengajak para mahasiswa untuk selalu berpikir positif, melakukan hal yang positif dan produktif, berpikir kritis namun tidak mudah terprovokasi. Mahasiswa adalah insan yang berpendidikan dan berintegritas jangan mudah terhasut dengan berita hoax dan perpecahan.( Red )












