Melalui alur cerita yang ringan dan komunikatif, anak-anak diberikan edukasi mengenai bahaya penggunaan gawai secara berlebihan, pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, hingga pembentukan karakter positif seperti disiplin, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
Konsep pertunjukan yang interaktif membuat anak-anak dapat berkomunikasi langsung dengan tokoh-tokoh wayang yang dimainkan. Cara ini terbukti efektif membangun suasana belajar yang menyenangkan sehingga pesan-pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diingat.
AKBP Anggi menegaskan, kegiatan Waton Sae merupakan bagian dari upaya Polres Kediri Kota untuk menghadirkan pelayanan yang humanis sekaligus mendekatkan institusi Polri dengan masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak. Melalui momentum HKGB ke-74 ini, kami berharap kegiatan seperti Waton Sae dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung terciptanya generasi muda yang sehat, cerdas, serta berkarakter,” tambahnya.
Sambutan hangat dari masyarakat menjadi bukti bahwa pendekatan edukasi melalui seni masih sangat efektif untuk menjangkau anak-anak. Kehadiran Waton Sae tidak hanya menjadi hiburan dalam rangkaian peringatan HKGB ke-74, tetapi juga menunjukkan komitmen Polres Kediri Kota dalam menciptakan inovasi edukatif yang dekat dengan masyarakat.
Dengan pendekatan kreatif, humanis, dan sarat nilai pendidikan, Wayang Karton Sarana Edukasi diharapkan terus berkembang sebagai media pembelajaran yang mampu membentuk karakter generasi muda sekaligus mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.(sinyo)












