DLH Kabupaten Kediri Gelar Korve Massal di Kawasan SLG, Wujud Nyata Gerakan Indonesia ASRI

admin
Img 20260606 Wa0004

“Potensi sampah kita mencapai sekitar 677 ton per hari yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kediri. Karena itu diperlukan keterlibatan semua pihak untuk mengurangi dan mengelolanya dengan baik,” tambahnya.

Semangat gotong royong tampak dalam keterlibatan berbagai elemen, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran TNI dan Polri, anggota Pramuka, komunitas peduli lingkungan, organisasi masyarakat, hingga paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beraktivitas di sekitar kawasan SLG.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi bersama untuk meningkatkan kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan. Setelah itu, peserta mengikuti apel pembukaan sebelum dibagi ke dalam beberapa zona kerja agar proses pembersihan berlangsung lebih efektif dan merata.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr. Mohamad Solikin, M.A., menegaskan pentingnya penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan, tetapi juga harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak awal serta meningkatkan kepedulian terhadap isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.

“Kami terus mendorong penguatan pengolahan sampah di hulu, sejak sampah dihasilkan dari rumah tangga. Kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim,” kata Sholikin.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap budaya menjaga kebersihan lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi seluruh elemen, kawasan publik seperti Simpang Lima Gumul diharapkan tetap menjadi ruang yang aman, sehat, bersih, dan indah bagi seluruh warga maupun wisatawan yang berkunjung.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!