“Kami meminta lahan HGU yang sudah berakhir dikembalikan kepada masyarakat. Jika hari ini tidak ada pertemuan atau penyelesaian, maka pekan depan kami akan mengerahkan sekitar 20 ribu massa untuk mengepung Kebun Dhoho,” tegas Mustofa dalam orasinya.
Dalam orasi, sejumlah peserta juga menyampaikan dugaan penggunaan tenaga kerja dari luar daerah yang dinilai lebih dominan dibandingkan warga sekitar. Mereka berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan perusahaan serta memastikan masyarakat sekitar memperoleh kesempatan kerja yang lebih besar.
Selain itu, massa juga menyampaikan sejumlah persoalan yang menurut mereka berkaitan dengan kawasan lahan dan saluran pengairan. Beberapa klaim tersebut disampaikan sebagai bagian dari aspirasi masyarakat dalam aksi dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Hingga kegiatan berakhir, massa tetap mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera membuka ruang dialog untuk mencari penyelesaian atas tuntutan masyarakat mengenai status lahan eks HGU PG Jengkol.(sinyo)












