Meski demikian, pihak SPPG Kembangbahu Lopang 2 menegaskan akan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh proses penyediaan makanan MBG.
Sementara itu, Sanusi, selaku perwakilan pemilik dapur SPPG Kembangbahu Lopang 2, mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan mulai dari bahan baku hingga makanan siap didistribusikan kepada penerima manfaat.
“Kedepannya dapur SPPG Kembangbahu Lopang 2 akan lebih memperhatikan dan melakukan pengawasan ketat terhadap hasil makanan yang dibuat dan disuguhkan. Baik bahan maupun hasil menunya, sebelum disuguhkan kepada siswa atau penerima manfaat,” kata Sanusi.
Menurutnya, pengawasan akan dilakukan secara lebih menyeluruh untuk memastikan makanan yang keluar dari dapur memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
Pihak SPPG juga menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap proses penerimaan bahan dari supplier, pengolahan makanan, hingga pemeriksaan akhir sebelum makanan didistribusikan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang sekaligus memastikan pelaksanaan Program MBG di wilayah Kembangbahu tetap berjalan dengan mengutamakan kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan bagi para penerima manfaat. (Red)












