“Segala sesuatunya yang kita lakukan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Mas Dhito bahkan mengingatkan para pejabat agar tidak menganggap pelantikan sebagai tiket untuk bertahan di satu posisi selama bertahun-tahun.
Pemkab Kediri, kata dia, tengah mengejar penerapan manajemen talenta. Ketika sistem tersebut sudah berjalan optimal, kebutuhan organisasi dapat menjadi dasar dilakukannya mutasi maupun penempatan ulang pejabat.
“Kalau sudah manajemen talenta tercapai maka selama enam bulan bisa dilakukan mutasi lagi,” ungkapnya.
Pesan itu sekaligus menjadi peringatan agar para pejabat tidak terlena dengan jabatan barunya.
“Jangan merasa sudah menduduki jabatan baru terus wah saya bisa di sini satu tahun, dua tahun ke depan. Enggak,” tegas Mas Dhito.
Ia meminta seluruh pejabat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab baru. Promosi, menurutnya, tidak semestinya dirayakan secara berlebihan karena jabatan merupakan amanah sekaligus tantangan untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik.
Salah satu pejabat yang dilantik, Wahyu Murdjianto, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kabid Pendidikan Sekolah Pertama Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.
Wahyu mengaku siap menjalankan tanggung jawab baru tersebut dan menjaga amanah yang diberikan.
“Setelah dilantik, kita berusaha menjaga amanah yang disematkan kepada kami. Kita berusaha menjalankan sebaik-baiknya apa yang menjadi amanah, yang menjadi tanggung jawab lebih besar lagi kepada saya,” kata Wahyu.
Ia memastikan pekerjaan ke depan tidak akan dimulai dari nol. Program yang sudah berjalan akan dilanjutkan, sembari dilakukan evaluasi dan perbaikan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.
“Yang pasti meneruskan yang sudah ada dan membuat yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Kita sambil belajar, cuma jangan sampai target-target tidak terpenuhi,” pungkasnya.(sinyo)












