Dugaan Keracunan MBG di Kediri Meledak: 37 Siswa Jadi Korban, 10 Masuk RSUD Gambiran

admin
Img 20260918 Wa0018

“Penyebab keracunan sampel masih uji lab, masih mencari tahu apakah ini dari bakteri atau bahan makanan tidak aman. Hasil lab masih proses,” jelas Vinanda.

Karena itu, Pemkot Kediri masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan medis sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kejadian.

Sebagai langkah antisipasi, operasional SPPG yang memasok makanan tersebut dihentikan sementara.

Vinanda mengatakan, penghentian itu menjadi bagian dari evaluasi untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar keamanan.

Pemeriksaan mencakup kondisi bahan makanan, kebersihan, hingga sanitasi dalam proses pengolahan.

“Dari sisi bahan makanan layak, kebersihan, sanitasi. Kalau tidak layak akan kami rekomendasikan tutup ke BGN,” ungkapnya.

Namun, keputusan mengenai sanksi maupun penutupan SPPG berada pada kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Sanksi SPPG akan kami koordinasikan dengan BGN karena Pemkot tidak bisa menutup, yang bisa BGN,” tegas Vinanda.

Hasil investigasi Pemkot Kediri juga akan disampaikan kepada BGN sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah selanjutnya.

Sorotan semakin melebar karena makanan dari SPPG Kaliombo tersebut sebelumnya juga didistribusikan ke sejumlah sekolah lain.

Sebagai langkah pencegahan, makanan MBG untuk jenjang SMP yang seharusnya dibagikan pada hari yang sama sempat ditarik dan tidak diberikan kepada siswa.

Langkah tersebut dilakukan sembari menunggu kepastian hasil pemeriksaan terhadap makanan dan kondisi kesehatan siswa yang telah mengonsumsi menu tersebut.

Dengan jumlah korban mencapai 37 siswa di tiga sekolah, pengawasan terhadap proses produksi dan distribusi MBG kini menjadi perhatian serius.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kejadian. Pemerintah masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan serta hasil pemeriksaan medis.

Orang tua siswa yang sebelumnya mengonsumsi menu tersebut diminta terus memantau kondisi anak. Apabila muncul keluhan kesehatan seperti mual, pusing, lemas, sakit perut atau muntah, anak diminta segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!