Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Kediri yang semakin MAPAN, semakin baik dan semakin ngangenin. Salah satunya melalui pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat yang bertumpu pada kekhasan masing-masing wilayah.
Tak hanya warga, kalangan pelajar juga ikut mengambil bagian. SMA Negeri 3 Kota Kediri tampil melalui Paskibraka. Sementara SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 9 mengirimkan delegasi. Kemudian MAN 2 Kota Kediri turut menghidupkan suasana melalui penampilan drumband.
Camat Pesantren Yudi Kuncoro, S.H., mengatakan setiap kelurahan diberikan ruang untuk mengangkat potensi wilayah masing-masing dan mengemasnya secara kreatif melalui kendaraan pawai hias.
“Setiap kelurahan memiliki potensi masing-masing. Melalui kegiatan ini, potensi tersebut bisa ditampilkan dan dikenalkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menariknya, Mapan Kreatif Fest tidak dikemas sebagai ajang perlombaan. Tidak ada perebutan juara. Seluruh peserta justru mendapatkan piagam penghargaan dengan berbagai kategori apresiasi dari Kecamatan Pesantren.
Konsep tersebut membuat semangat yang dibangun bukan sekadar soal menang atau kalah. Lebih dari itu, setiap kelurahan mendapat kesempatan untuk menunjukkan karakter, kekhasan, dan potensi terbaiknya.
Dari sisi keamanan, sekitar 100 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan lancar. Pengamanan melibatkan Linmas dari masing-masing kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya.
Petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan SLG dan jalur yang dilalui kendaraan besar. Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan peserta sekaligus memastikan arus lalu lintas tetap berjalan selama pawai berlangsung.
Dari Taman Kelurahan Tempurejo hingga halaman Kantor Kecamatan Pesantren, 15 kelurahan membawa satu pesan yang sama: setiap wilayah memiliki cerita, potensi, dan kreativitas yang layak ditampilkan.(sinyo)












