Mustika mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kegiatan budaya sebagai momentum untuk semakin mencintai dan menempatkan budaya sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita bersama-sama mengambil momentum ini untuk semakin mencintai dan menempatkan budaya sebagai jati diri kita bersama,” tegasnya.
Ia berharap semangat yang tumbuh melalui Reksa Budaya Panji dapat menjadi energi untuk memperkuat gerakan pemajuan kebudayaan di Kabupaten Kediri.
“Semoga momentum ini menjadi langkah untuk memperkuat kemauan dan kecintaan terhadap budaya yang kita harapkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Imam Mubarok, mengatakan Reksa Budaya Panji merupakan agenda tahunan dengan tema yang berbeda. Tahun ini, cerita Panji diangkat melalui media visual berupa lentera yang mengadopsi pendekatan seperti damar kurung.
Menurut Imam, Cerita Panji yang berkembang pada masa Raja Kameswara merupakan bagian penting dari sejarah Kediri dan telah menyebar ke berbagai wilayah Asia.
“Dengan kegiatan ini, kami berharap tumbuh kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah, khususnya Cerita Panji,” katanya.
Imam menambahkan, Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri juga tengah mendorong penguatan kebijakan di bidang kebudayaan. Salah satunya melalui usulan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemajuan Kebudayaan.
Selain itu, perlindungan terhadap benda dan situs cagar budaya juga akan diperkuat melalui keberadaan museum, kegiatan ekskavasi, serta kolaborasi dengan Dinas Pendidikan.
“Untuk memperkuat pelestarian budaya, Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri akan mengusulkan Perda Pemajuan Kebudayaan, sekaligus memperkuat perlindungan benda cagar budaya melalui museum, ekskavasi, dan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta berasal dari lembaga pendidikan SMP negeri maupun swasta serta MTs negeri dan swasta di wilayah sekitar Museum Jayabaya. Penilaian karya dilakukan oleh tim juri yang antara lain melibatkan unsur Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri.
Reksa Budaya Panji juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut menjadi bagian dari proses menjaga, mengenalkan, dan mengembangkan kebudayaan daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.(sinyo)












