Ketua Panitia Vespa Party 2, Abid, menyatakan bahwa kolaborasi tahun ini sengaja dirancang berbeda untuk mengangkat potensi daerah. “Tahun ini spesial karena kami menggandeng PUALAM. Kami ingin event otomotif tidak sekadar kumpul-kumpul, tapi punya dampak nyata bagi promosi wisata dan kuliner khas Lamongan ke tingkat nasional,” ujar Abid sapaannya.
Di sisi lain, Humas PUALAM menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk kontribusi nyata para perantau untuk tanah kelahiran. Mewakili wadah besar bagi 20.000 perantau kuliner Lamongan di seluruh Indonesia, ia menyebut para pedagang soto dan pecel lele sebagai aset berharga yang ikut menjaga nama baik daerah.
“Melalui momentum ini, kami para perantau ingin pulang kampung, melakukan tasyakuran, sekaligus bahu-membahu menaikkan kelas destinasi Wisata Waduk Gondang,” ungkapnya.
Kendati memicu lonjakan arus lalu lintas di sekitar area Sugio, jalannya acara dua hari ini tetap terkendali. Pihak panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan mulai dari touring, kontes Vespa klasik, hingga sarasehan antar komunitas telah berkoordinasi ketat dengan pengelola Wisata Waduk Gondang, Polsek Sugio, dan Pokja Wartawan Lamongan demi menjamin kenyamanan warga setempat serta para wisatawan yang hadir.(*)












