SMPN 1 Plemahan Kampiun Sekolah Sehat SMP 2026, Enam Sekolah Terbaik Adu Inovasi

admin
Img 20261008 Wa0003

“Sekolah sehat bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat menjadi budaya yang dilakukan bersama. Mulai dari siswa, guru, hingga seluruh warga sekolah harus memiliki kesadaran dan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, aman, dan mendukung proses belajar,” ujar Wahyu.

Ia menilai, proses lomba seharusnya menjadi pemantik bagi sekolah untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan. Karena itu, berbagai inovasi yang muncul selama kompetisi diharapkan tidak berhenti ketika piala berpindah tangan.

“Yang paling penting bukan siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana semangat dan budaya sekolah sehat ini terus berjalan. Kami ingin setiap sekolah mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, sekaligus menjadi ruang yang positif bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya.

Bagi SMPN 1 Mojo, keberhasilan meraih Juara 2 menjadi bukti bahwa proses panjang membangun kebiasaan sehat di lingkungan sekolah memiliki hasil yang nyata.

Kepala SMPN 1 Mojo, Prayitno, mengatakan, keikutsertaan dalam lomba justru menjadi momentum bagi sekolah untuk melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh.

Menurutnya, sekolah sehat tidak bisa dibangun secara instan hanya karena ada kompetisi. Dibutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah agar kebiasaan positif tersebut benar-benar menjadi bagian dari karakter sekolah.

“Bagi kami, lomba ini bukan semata-mata tentang mengejar juara. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh warga sekolah memiliki kesadaran bahwa lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman merupakan bagian dari proses pendidikan,” kata Prayitno.

Ia memastikan berbagai program dan pembiasaan yang telah dibangun selama mengikuti lomba akan tetap dilanjutkan.

Bahkan, capaian Juara 2 menjadi pemacu bagi SMPN 1 Mojo untuk kembali melakukan evaluasi sekaligus mencari terobosan baru.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Apa yang sudah baik akan kami pertahankan, sedangkan yang masih kurang akan kami evaluasi dan tingkatkan. Harapannya, budaya sekolah sehat benar-benar menjadi karakter seluruh warga sekolah,” pungkasnya.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!