“Tahun sebelumnya revitalisasi dari pemerintah pusat ini juga ada. Cuma kami hanya mendapat beberapa sasaran saja. Tahun kemarin kalau tidak salah hanya tiga lembaga,” sambungnya.
Bertambahnya jumlah sekolah penerima revitalisasi tersebut dinilai membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur pendidikan. Dengan dukungan anggaran pusat, dana APBD bisa lebih difokuskan untuk memperbaiki sekolah lain yang belum tersentuh program serupa.
“Alhamdulillah daerah minimal terbantu. Dengan demikian, untuk APBD kami bisa untuk sekolah yang belum tersentuh,” tandas Mandung.
Meski pelaksanaan proyek bersumber dari pemerintah pusat, Dinas Pendidikan Kota Kediri tetap melakukan pengawasan dan monitoring. Mandung menyebut, secara keseluruhan progres revitalisasi sekolah di Kota Kediri rata-rata telah melampaui 50 persen. Beberapa di antaranya bahkan sudah selesai dan mulai digunakan.
Salah satu sekolah yang telah merampungkan pekerjaan adalah SDN Semampir 4. Revitalisasi di sekolah tersebut meliputi satu ruang kelas, dua ruang guru dan kepala sekolah, serta pagar sekolah.
Pantauan media ini di lokasi, seluruh pekerjaan tersebut telah selesai. Ruang guru dan ruang kepala sekolah pun sudah kembali difungsikan untuk menunjang aktivitas sekolah.
Kepala SDN Semampir 4 Lilik mengatakan, pengerjaan infrastruktur di sekolahnya tuntas pada September lalu. Namun, selama proyek berlangsung, kegiatan belajar mengajar sempat mengalami penyesuaian. Tiga kelas harus berpindah tempat selama kurang lebih 16 minggu.
“Kemarin yang dua kelas kami tempatkan di rumah dinas yang berada di depan sekolah, satunya kami pinjamkan ruangan di kantor kelurahan (Kelurahan Semampir, Red),” pungkas Lilik.(sinyo)












