PHRI Kabupaten Kediri Resmi Berdiri Sendiri, Bidik Lonjakan Wisatawan dan Hunian Hotel

admin
Img 20261019 Wa0003

Mediaciber.net.Kediri,

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kediri resmi memiliki kepengurusan sendiri untuk periode 2026–2031. Tak sekadar membentuk organisasi, kepengurusan baru ini langsung membidik penguatan sektor pariwisata melalui pendataan hotel dan restoran, perluasan keanggotaan, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pariwisata Kabupaten Kediri, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus mendorong tingkat hunian hotel, transaksi restoran, dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengukuhan Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Kabupaten Kediri berlangsung di Ruang Rapat Sapta Pesona, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Desa Menang, Kecamatan Pagu.

Kegiatan ini dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kediri, Drs. H. Sukadi, M.M.; Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., M.A.P.; Ketua PHRI Jawa Timur Dwi Cahyono; serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi, S.Sos., M.M.

Ketua PHRI Kabupaten Kediri, Ir. Esterterrita Dian Kenjorini, mengatakan pembentukan kepengurusan tersendiri merupakan langkah penting untuk mengembangkan potensi usaha perhotelan dan restoran yang dinilai semakin besar.

Sebelumnya, pelaku usaha di Kabupaten Kediri masih tergabung dalam PHRI Kediri Raya bersama Kota Kediri. Pemisahan kepengurusan kini diharapkan membuat pengembangan sektor usaha dan pariwisata di masing-masing wilayah berjalan lebih fokus.

“Potensinya terlalu besar kalau hanya diurus satu BPC PHRI Kediri Raya. Karena itu, sekarang harus dipisahkan antara Kota dan Kabupaten Kediri supaya bisa lebih fokus mengembangkan daerah masing-masing,” ujar Ester, Senin (19/10/2026)

Sebagai langkah awal, PHRI Kabupaten Kediri akan menginventarisasi hotel dan restoran yang beroperasi di wilayahnya. Pendataan tersebut menjadi dasar untuk memetakan potensi usaha, memperluas keanggotaan, serta mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pelaku industri perhotelan dan kuliner.

“Langkah terdekat kita inventarisasi hotel sama restoran, nanti kita silaturahmi. Dengan harapan bisa masuk menjadi anggota PHRI Kabupaten Kediri,” katanya.

Ester menegaskan, PHRI tidak hanya berfungsi sebagai wadah komunikasi para pelaku usaha. Organisasi ini juga diharapkan berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan pariwisata daerah melalui kerja sama dengan pemerintah dan berbagai sektor pendukung.

PHRI sendiri memiliki tiga kategori keanggotaan, yakni hotel, restoran, dan afiliasi. Kategori afiliasi membuka peluang keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan UMKM, untuk bersama-sama memperkuat ekosistem pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!