Dukung Swasembada Gula Nasional, Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu di Kediri, Petani Terima Bantuan Irigasi

admin
Img 20261021 Wa0030

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, produktivitas tebu ratoon tua umumnya berada di kisaran 60 ton per hektare. Melalui penggunaan bibit unggul baru dan pengelolaan budidaya yang tepat, produktivitas ditargetkan meningkat menjadi 90 ton per hektare, bahkan berpotensi mencapai 120 ton per hektare.

Peningkatan produktivitas tersebut menjadi peluang besar bagi petani untuk mengoptimalkan hasil panen sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku industri gula nasional. Program ini juga menjadi bagian dari strategi perluasan dan peremajaan areal tebu, dengan pelaksanaan di sejumlah daerah pada 2026 dilaporkan telah menembus lebih dari 4.000 hektare.

Dukungan terhadap petani tidak hanya diberikan melalui peremajaan tanaman. PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Pesantren Baru turut menyerahkan bantuan Program Irigasi Manis berupa pompa dan jaringan irigasi untuk membantu menjamin ketersediaan air di lahan tebu.

Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pertumbuhan tanaman dan pembentukan rendemen tebu. Karena itu, bantuan irigasi diharapkan mampu mengurangi risiko kekeringan, menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal, serta mendukung pencapaian target produksi.

Kepala Desa Janti, Ir. H. Muryadi, menyambut baik pelaksanaan program Bongkar Ratoon dan bantuan Irigasi Manis tersebut. Ia menilai dukungan berupa bibit unggul dan sarana pengairan merupakan modal penting bagi petani untuk meningkatkan hasil budidaya sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Img 20261021 Wa0029

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi program Bongkar Ratoon serta bantuan Irigasi Manis ini. Bagi petani, ketersediaan bibit unggul dan air yang cukup merupakan faktor penting untuk meningkatkan hasil panen. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan secara optimal sehingga produktivitas tebu di Desa Janti semakin meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” ujar Muryadi.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah desa, kelompok tani, PT SGN PG Pesantren Baru, serta instansi terkait dapat terus diperkuat, mulai dari proses penanaman hingga masa panen.

“Harapan kami, program ini tidak hanya meningkatkan produksi tebu, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pengelolaan lahan yang baik, serta dukungan sarana irigasi, potensi pertanian tebu di Desa Janti bisa semakin berkembang,” imbuhnya.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!