SPPG di Kabupaten Malang uji coba inovasi Program Makan Bergizi Gratis dengan konsep prasmanan di MTs Al Hidayah Sukonolo Bululawang

admin
Img 20260411 Wa0018

Mediaciber.net.Malang – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gading Bululawang Kabupaten Malang melaksanakan uji coba makan dengan sistem prasmanan yang dilaksanakan di MTs Al Hidayah Sukonolo Bululawang, Kabupaten Malang.11April 2026

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya peningkatan status gizi peserta didik sekaligus membentuk pola konsumsi makanan sehat di lingkungan sekolah. Uji coba prasmanan ini juga menjadi inovasi dalam pelayanan, dengan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memilih makanan bergizi secara mandiri dan tertib.

Kepala SPPG Gading Bululawang, **Ilham Luhardi, S.Pd**, menyampaikan bahwa SPPG memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan program MBG sekaligus dalam membangun persepsi positif masyarakat terhadap program pemerintah.

Img 20260411 Wa0027

“SPPG tidak hanya menjalankan distribusi makanan bergizi, tetapi juga menjadi representasi nyata program MBG di masyarakat. Apa yang dilihat dan dirasakan oleh siswa serta lingkungan sekolah akan sangat memengaruhi persepsi publik terhadap keberhasilan program ini,” ujarnya.

Kegiatan ini juga didukung oleh mitra program, **Fita Rusdian Ikawati, SE, MM, M.Kes**, yang menekankan pentingnya komunikasi publik dalam keberhasilan implementasi program. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa SPPG Gading Bululawang telah memenuhi berbagai standar mutu dan keamanan pangan.

“SPPG Gading Bululawang saat ini telah memiliki standar dan sertifikasi seperti SLHS, ISO 22000, ISO 45000, sertifikasi halal, serta HACCP. Dari sisi sumber daya manusia, kami juga memiliki chef yang telah tersertifikasi dan memiliki pengalaman kerja di hotel berbintang serta beberapa tenaga asisten chef yang telah memiliki sertifikasi BNSP. Mereka sebelumnya merupakan ibu rumah tangga yang kemudian kami didik, latih, dan fasilitasi hingga memperoleh sertifikasi kompetensi. Ini menjadi bukti bahwa program ini juga berdampak pada pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!