Mediaciber.net.Kediri – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Selodono, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, mandek total. Proyek yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi rakyat itu kini justru terbengkalai setelah kontraktor pelaksana dilaporkan “menghilang” tanpa kejelasan.
Di lapangan, bangunan tampak tak tersentuh. Aktivitas pekerja nihil. Warga pun mulai geram. Mereka menilai proyek strategis desa itu kini berubah menjadi simbol buruknya tata kelola penunjukan jasa konstruksi.
Sejumlah warga menduga, kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut tidak memiliki kapasitas memadai. Bahkan, muncul dugaan bahwa kontraktor nekat mengambil pekerjaan dengan modal minim, namun tetap menandatangani kontrak kerja (SPK).
Salah satu tokoh masyarakat Desa Selodono menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai, pemilihan rekanan proyek terkesan asal-asalan.
“Ini proyek untuk rakyat, tapi kenapa yang dipilih kontraktor yang tidak jelas kapabilitasnya? Jangan sampai hanya karena tampilan meyakinkan, tapi kualitas nol,” tegasnya. Senin (13/4/2026).
Kekecewaan warga semakin menguat lantaran proyek vital tersebut kini terhenti tanpa kepastian. Padahal, keberadaan KDMP diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Danramil Kandat, Kapten Darto, membenarkan bahwa pekerjaan proyek tersebut memang ditinggalkan oleh pihak kontraktor. Ia mengaku telah berulang kali mengingatkan agar pekerjaan segera diselesaikan.












