Ribuan Langkah, Satu Merah Putih: Kota Kediri Tegaskan Persatuan di Kirab Bendera Raksasa

admin
Img 20260816 Wa0011

Mediaciber.net.Kediri

Ribuan warga Kota Kediri turun ke jalan, Minggu (16/8). Sebanyak 1.147 peserta menyatu dalam satu barisan, mengarak Bendera Merah Putih raksasa dari Balai Kota Kediri menuju Kawasan Wisata Goa Selomangleng.

Bukan sekadar kirab. Ribuan langkah itu menjadi pesan tegas bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Merah putih mendominasi sepanjang barisan. Peserta mengenakan pakaian bernuansa merah putih dan busana nusantara, berdampingan dengan seragam TNI-Polri, pelajar, santri, organisasi kepemudaan, komunitas hingga masyarakat umum.

Peserta datang dari berbagai unsur, di antaranya TNI-Polri, Suketeki, Pemuda Pancasila, Pramuka, KNPI, KONI, KORMI, pelajar SMA negeri dan swasta, serta santri dari sejumlah pondok pesantren, termasuk LDII, Wahidiyah dan Lirboyo.

Perbedaan atribut dan latar belakang tidak menjadi sekat. Semua berjalan dalam satu irama, di bawah kibaran Merah Putih.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, kirab menjadi momentum untuk kembali mengingat pengorbanan para pahlawan yang merebut kemerdekaan dengan jiwa dan raga.

Namun, menurut Vinanda, perjuangan tidak selesai setelah Indonesia merdeka. Generasi saat ini memiliki tugas berbeda: mengisi kemerdekaan dengan karya, inovasi, pembelajaran dan kontribusi nyata.

“Jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah berhenti berkarya, berinovasi, serta memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat Kota Kediri,” kata Vinanda.

Antusiasme anak muda dalam kirab, lanjutnya, menjadi sinyal bahwa semangat persatuan masih hidup. Energi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi diterjemahkan menjadi gerakan nyata untuk mendorong kemajuan Kota Kediri.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Bambang Priyambodo menegaskan hal serupa. Ia menyebut keterlibatan generasi muda dalam kirab sebagai bentuk pengabdian pada masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!