Mediaciber.net.Kediri
Ribuan petani hutan yang tergabung dalam Paguyuban Petani Hutan Kelud Raya turun gunung menggelar aksi damai di Kantor Perum Perhutani KPH Kediri, Senin (20/7/2026). Massa datang bukan untuk memprotes Perhutani, melainkan memberikan dukungan sekaligus menolak adanya pihak luar yang dinilai mencampuri urusan pengelolaan kawasan hutan.
Berdasarkan surat pemberitahuan kepada aparat kepolisian, aksi tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta yang berasal dari 19 lembaga Koperasi, PKTH, dan PLMDH dengan total anggota mencapai 17.338 kepala keluarga.
Sejak pagi, peserta mulai berkumpul di sepanjang jalur menuju Kantor Perhutani KPH Kediri. Mereka datang menggunakan truk, mobil bak terbuka, kendaraan pribadi hingga mobil komando yang dilengkapi pengeras suara. Aparat gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi.
Ketua Paguyuban Petani Hutan Kelud Raya, Sugianto, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat desa hutan terhadap Perhutani yang selama ini menjadi mitra dalam pengelolaan kawasan hutan.
“Kami ingin menjaga situasi tetap kondusif sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat desa hutan mendukung Perhutani dalam menjalankan pengelolaan hutan yang lestari dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pernyataan sikapnya, massa meminta Perhutani tidak terpengaruh oleh tekanan dari pihak-pihak yang dinilai tidak memiliki kewenangan maupun keterkaitan langsung dengan tata kelola kehutanan. Mereka juga meminta persoalan kehutanan tidak dijadikan ruang kepentingan di luar substansi pengelolaan hutan.
Aksi tersebut digelar sebagai respons atas rencana demonstrasi yang dilakukan salah satu organisasi serikat pekerja terhadap Perhutani. Menurut paguyuban, penyelesaian persoalan kehutanan seharusnya dilakukan berdasarkan aturan dan kewenangan yang berlaku, bukan melalui tekanan yang berpotensi memicu kegaduhan.












