Mediaciber.net.Lamongan
Sejumlah orang tua siswa di salah satu sekolah Dasar Islam(SDI) kecamatan Kedungpring mengeluhkan atas hilangnya buku tabungan Program Indonesia Pintar (PIP) yang disalurkan kepada peserta didik. Tak hanya itu pihak wali murid juga menyatakan tiap pencairan dana itu harus di sisihkan sebagai dana infak.
Informasi itu mencuat dari salah satu Nara sumber SO(Inisial). Menerangkan setelah para wali murid menghadiri undangan pertemuan yang disampaikan pihak sekolah melalui WhatsApp Group, Atas hilangnya buku tabungan milik anaknya dan di suruh buat minta surat laporan kehilangan di kantor polisi.
“Saya sangat kecewa mas,tiba-tiba kita di kasih tau untuk membuat surat kehilangan ke pihak kepolisian untuk pencairan dana PIP ini,sementara setiap cair uang sudah kita kasihkan semua di dalam buku tabungan ke lembaga setiap pencairan,”terangnya.
Lebih lanjut masih menurut pengakuan SO,dirinya tidak terima dengan perintah lembaga untuk pembuatan surat kehilangan palsu,sementara pihak sekolah yang menghilangkan.
“Saya marah dan kecewa mas dengan sekolah tersebut,masak saya di suruh buat surat kehilangan ke kepolisian sementara saya tidak menghilangkan,”lanjutnya.
Sementara di temui pada ruang kerja kepala sekolah SDI Kedungpring,terkait adanya penahanan buku tabungan juga pemotongan anggaran dengan dalih infak. Rabu (24/6/2026). Tsumariah ulfah selaku kepala sekolah membantah tidak melakukan hal tersebut.












