“Itu tidak benar mas,itu adalah tabungan siswa nantinya bisa di ambil kalo ada kebutuhan mendadak nanti saat kelas 6 atau membayar buku dan lain lain,” sanggahnya.
Sesuai awak media ini mengkonfirmasi kepala sekolah, Tsumariah ulfah menghalangi awak media ini untuk menaikan berita terkait dana PIP lembaganya.
Sementara Melia yang di ketahui sebagai pendamping pengambilan dana PIP juga selaku guru lembaga setempat,mengakui dan membenarkan adanya dana infak juga tabungan betul adanya dan semua ada catatanya.
“Iya mas semua yang infak dan jenis tabungan dari dana PIP semua ada catatanya,”terang Melia.
Padahal, berdasarkan informasi resmi Program Indonesia Pintar, setiap siswa penerima PIP tingkat tertentu berhak menerima bantuan secara utuh tanpa pengurangan apa pun.
Bahkan menurut narasumber SO ,pihak lembaga setelah kejadian ini dana PIP sudah bisa di cairkan dan wali murid di ajak dalam pengambilan anggaran pip. Dari itu pihak berkaitan di harapkan untuk mengkroscek giat terselebung penggunaan dana PIP pada sdi kecamatan Kedungpring Lamongan.(Tim)












