Mediaciber.net.Lamongan
Sempat viralnya pemberitaan pembelian buku pendamping bagi anak didik di wilayah kabupaten Lamongan pada beberapa media,akhirnya mendapat jawaban dari paguyupan wali murid yang menyatakan bukan di suruh beli, melainkan kesepakatan paguyupan wali murid yang memang membutuhkan untuk pendamping anak dalam proses pembelajaran.
Senin (8/6) pada wilayah kecamatan Kedungpring,Sugianto yang juga selaku wali murid mengatakan jika terkait adanya buku yang sempat di beritakan beberapa media di katakan tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan.
“Itu bukan di suruh beli mas,akan tetapi buku yang ada di perpustakaan yang di biayai dana bos juga jumlah yang terbatas,atas ini siatif kesepakatan paguyupan wali murid sebagai penyokong anak didiknya maka kita sepakat mengusulkan kepada pihak sekolah”tandasnya.
Lebih lanjut,selain itu pihak sekolah juga tidak menawarkan buku itu(LKS). Akan tetapi paguyupan menanyakan langsung kepada pihak sekolah terkait ada tidak buku pendamping seperti dulu (LKS) Karena itu di anggap penting sebagai pembelajaran anak didik.












