Mediaciber.net.Kediri
Hipertensi tak lagi identik dengan usia lanjut. Di Kota Kediri, Jawa Timur, ancaman tekanan darah tinggi mulai terdeteksi pada kelompok usia remaja. Data Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) 2025 mencatat, 234 dari 5.697 remaja usia 15–17 tahun atau 4,1 persen terukur memiliki tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih.
Temuan tersebut menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Kediri untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular sejak usia sekolah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri kini menggandeng pelajar SMA sebagai peer educator atau pendidik sebaya untuk mengampanyekan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Kepala Dinkes Kota Kediri, Hamida, mengatakan pendekatan kepada remaja akan lebih efektif apabila pesan kesehatan disampaikan oleh teman sebaya.
“Pendekatan gaya hidup sehat kepada remaja akan jauh lebih efektif apabila disampaikan oleh teman sebaya,” kata Hamida di Kediri, Jumat.
Menurutnya, munculnya tekanan darah tinggi pada kelompok usia 15–17 tahun menunjukkan adanya kecenderungan hipertensi terjadi pada usia yang semakin muda.
Sejumlah faktor diduga ikut memengaruhi kondisi tersebut, mulai dari minimnya aktivitas fisik, kebiasaan mengonsumsi makanan instan dengan kandungan natrium tinggi, hingga tekanan akademis dan sosial.
Melihat kondisi itu, Dinkes Kota Kediri menggelar Lokakarya GEN Z SEHATI (Sehat Anti Hipertensi) dengan melibatkan pelajar SMA. Mereka tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi dipersiapkan menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing.












