Alarm Hipertensi Remaja di Kota Kediri: 234 Pelajar Terdeteksi Tekanan Darah Tinggi

admin
Img 20260807 Wa0019

Para peserta mendapatkan materi mengenai pencegahan hipertensi, kesehatan mental, serta pemeriksaan kesehatan dasar. Materi disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Bhayangkara Kediri, M. Ujung Baehaqi, dan psikolog UIN Syekh Wasil Kediri, Shofi Mirwani.

Pelajar juga diajak praktik melakukan pemeriksaan kesehatan menggunakan alat medis. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu menyebarkan pengetahuan kesehatan kepada teman-temannya secara lebih dekat dan mudah diterima.

Pemkot Kediri menargetkan para peserta tidak berhenti sebagai penerima materi. Mereka diharapkan aktif menjadi peer educator sekaligus agen perubahan, melalui edukasi kesehatan, kampanye gaya hidup sehat, konseling sebaya, hingga mendorong deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular di lingkungan sekolah.

Hamida juga meminta tim pelaksana Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) memberikan ruang dan dukungan kepada para peer educator.

Menurut dia, dukungan UKS penting agar edukasi kesehatan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat berjalan terstruktur, konsisten, dan berkelanjutan.

Salah seorang peserta, Gracia, siswa SMAK St. Agustinus Kediri, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Tidak hanya mengenai hipertensi dan cara mengukur tekanan darah, tetapi juga tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya ingin mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Saya mau mencoba menyeimbangkan pola makan, porsi makanan, dan asupan gizi yang perlu saya cukupi dalam setiap piring yang saya makan,” ujarnya.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!