Mediaciber.net.Kediri
Jalanan Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Minggu (20/9/2026) pagi, berubah menjadi panggung kreativitas warga. Bukan sekadar pawai, Mapan Kreatif Fest Kecamatan Pesantren menjadi etalase besar yang mempertemukan potensi, budaya, kreativitas, dan keunggulan 15 kelurahan dalam satu gelaran.
Satu per satu kendaraan pawai hias melintas membawa tema dan identitas masing-masing wilayah. Kreativitas warga dikemas sedemikian rupa untuk memperkenalkan potensi kelurahan kepada masyarakat yang menyaksikan langsung sepanjang rute.
Pawai dimulai dari Taman Kelurahan Tempurejo dan berakhir di halaman Kantor Kecamatan Pesantren, dengan jarak tempuh sekitar 2,2 kilometer.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pawai dimulai. Warga memadati sejumlah titik untuk menyaksikan penampilan peserta sekaligus melihat beragam kreasi yang ditampilkan masing-masing kelurahan.
Kemeriahan Mapan Kreatif Fest semakin lengkap dengan kehadiran Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Toha, Camat Pesantren Yudi Kuncoro, sejumlah lurah se-Kecamatan Pesantren, Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi kreativitas dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Mapan Kreatif Fest menjadi ruang bagi masyarakat untuk menggali, menampilkan, sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki masing-masing kelurahan.
“Setiap kelurahan memiliki ciri khas dan kreativitas masing-masing. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Kediri, khususnya di Kecamatan Pesantren, memiliki potensi yang luar biasa. Saya berharap semangat kreativitas seperti ini terus tumbuh dan bisa menjadi kekuatan untuk mengembangkan potensi wisata, budaya, maupun ekonomi masyarakat,” ujar Vinanda.
Ia menilai, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung memiliki nilai penting dalam pembangunan daerah. Sebab, pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga bagaimana potensi dan kreativitas masyarakat mendapatkan ruang untuk tumbuh.
“Pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana potensi masyarakat bisa tumbuh dan mendapatkan ruang. Ketika masyarakat bergerak bersama, saya yakin potensi setiap wilayah bisa semakin dikenal dan memberikan manfaat yang lebih luas,” imbuhnya.












