Mediaciber.net.Kediri
Pendidikan karakter tidak cukup hanya dibangun melalui pembelajaran di dalam kelas. Penanaman nilai keimanan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia perlu diwujudkan melalui pembiasaan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip tersebut terus dikembangkan SMP Negeri 4 Pare, Kabupaten Kediri, melalui kegiatan sholat Dhuhur berjamaah dan tadarus Al-Qur’an secara rutin.
Di sekolah ini, kegiatan keagamaan tidak sekadar menjadi agenda pelengkap pembelajaran. Lebih dari itu, pembiasaan ibadah menjadi bagian dari upaya membentuk kepribadian peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.
Setiap hari, saat bel istirahat kedua berbunyi, para siswa bersama guru bergegas menuju masjid sekolah untuk menunaikan sholat Dhuhur berjamaah. Mereka mengambil air wudhu, menata barisan, kemudian melaksanakan ibadah dengan tertib dan khusyuk.
Rutinitas tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk belajar menghargai waktu, menaati aturan, serta menumbuhkan kesadaran dalam menjalankan kewajiban agama.
Kepala SMPN 4 Pare, Suyati, mengatakan pembiasaan sholat berjamaah merupakan salah satu langkah sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dengan aktivitas sehari-hari peserta didik.
“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Anak-anak juga perlu dibekali nilai keimanan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak yang baik. Melalui pembiasaan sholat berjamaah, kami berupaya menanamkan nilai-nilai tersebut agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).
Menurut Suyati, pembentukan karakter membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, nilai-nilai positif perlu ditanamkan melalui kegiatan yang dilakukan secara konsisten, sehingga siswa tidak sekadar memahami pentingnya beribadah, tetapi juga belajar menerapkannya atas kesadaran sendiri.
Ia berharap, kebiasaan yang tumbuh di lingkungan sekolah dapat terus terbawa ketika siswa berada di rumah maupun di tengah masyarakat.
“Harapannya, anak-anak tidak hanya melaksanakan ibadah karena mengikuti jadwal sekolah, tetapi juga tumbuh kesadarannya untuk menjalankan kewajiban agama dengan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.
Selain sholat Dhuhur berjamaah setiap hari, SMPN 4 Pare juga mengadakan kegiatan tadarus Al-Qur’an secara rutin satu kali dalam sebulan, pada Jumat yang telah ditentukan.
Dalam kegiatan tersebut, setiap kelas mengirimkan dua siswa sebagai perwakilan untuk berkumpul di masjid sekolah. Mereka membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergantian dengan bimbingan guru agama.
Lantunan ayat suci yang menggema di masjid sekolah menghadirkan suasana religius sekaligus menjadi kesempatan bagi para siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Melalui pendampingan guru, siswa dapat belajar memperbaiki pelafalan, memperhatikan ketepatan tajwid, serta membangun kebiasaan berinteraksi dengan kitab suci.












