MCN
DPRD Panggil OPD, Jalan Kediri Kritis: Tubagus “Meledak”, Ancam Turun Jalan Hentikan Truk ODOL Perkuat Sinergi Hukum, Kejari Kediri dan RSUD SLG Resmi Teken MoU Korvei Massal di Taman Hijau SLG, Pemkab Kediri Tunjukkan Aksi Nyata Jaga Kebersihan Ruang Publik Dinas Pendidikan Tulungagung Gelar Workshop Pantomime Bagi Pelajar dan Guru Pembina Jenjang SD dan SMP Dinas Pendidikan Tulungagung Gelar Workshop Pantomime Bagi Pelajar dan Guru Pembina Jenjang SD dan SMP Media Ciber,net- Dinas Pendidikan Pendidikan Tulungagung menyelenggarakan Workshop Pantomime bagi pelajar dan guru pembina jenjang SD dan SMP berlangsung di UPT TB2KS Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini diikuti oleh guru pembina serta siswa SD dan SMP se Kabupaten Tulungagung. Sebagai bentuk kolaborasi pembelajaran lintas peran antara pendidik dan peserta didik. Workshop menghadirkan Sunu Wahyu Mahendra dan Trias Untung Kurniawan, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa seni pantomime memiliki kekuatan sebagai media edukatif yang mampu menyampaikan pesan pembelajaran, menumbuhkan kepercayaan diri siswa, serta mengasah kreativitas dan ekspresi nonverbal. Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Bidang Pembinaan SMP Uun Sancahya , yang menyampaikan apresiasi atas adanya kegiatan ini. Ia berharap workshop ini dapat menjadi bekal bagi guru dan siswa untuk mengembangkan potensi seni di sekolah, baik dalam pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler. Uun menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya peningkatan kompetensi pendidik serta pengembangan bakat dan minat siswa. Menurutnya, pantomime merupakan salah satu bentuk seni yang relevan dengan penguatan karakter dan pembelajaran kreatif, jelasnya. Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif, antusias, dan penuh semangat, terutama saat sesi praktik pantomime. Guru dan siswa berkolaborasi langsung, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. Pada sesi akhir, peserta menyampaikan pesan dan kesan positif serta harapan agar workshop serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.  Kegiatan Workshop Pantomime ini menjadi wujud nyata komitmen Dinas Pendidikan dalam mendukung inovasi pendidikan serta mendorong pengembangan seni dan kreativitas di lingkungan sekolah. “Uun berharap kegiatan Workshop Pantomime ini dapat memberikan manfaat nyata bagi guru dan siswa. Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan kembali dilaksanakan pada tahun mendatang dengan cakupan yang lebih luas serta kualitas yang semakin baik.” pungkasnya.

Demo Tolak Pengukuran Tanah di Dateng, Seorang Pengacara Dikeroyok Massa

admin
Img 20220825 Wa0235

Mediacyber.newsmmc.com. Lamongan – Demo menolak pengukuran tanah di Desa Dateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan berakhir ricuh, Kamis (25/8/2022). Salah satu orang yang diketahui sebagai pengacara dari pihak penggugat dikeroyok massa. Warga mengaku mengeroyok pengacara tersebut karena kesal. Sebab selama ini pengacara itu juga kerap memancing emosi warga dan sering sesumbar jika dirinya bisa memenangkan klien yang ia bela.

Sementara klein yang dibela pengacara tersebut merupakan warga luar desa yang menjadi penggarap tambak di dalam kawasan waduk. Waduk Jabung Ring Dike sendiri kini sudah beralih fungsi menjadi lahan tambak. Akibatnya para petani desa setempat kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka. Beruntung sejumlah petugas dari TNI dan Polri langsung mengamankan pengacara tersebut dan membawanya menjauh dari kerumunan massa.

Menurut koordinator aksi, Hajar Tunggul Manik mengatakan, aksi pengeroyokan terhadap pengacara tersebut dilakukan warga secara spontan. Hajar mengatakan, aksi demo yang dilakukan ratusan warga Desa Dateng tersebut merupakan aksi lanjutan yang menolak adanya pengukuran tanah yang dilakukan oleh petugas BPN dan pengadilan.

Pengukuran tanah di dalam kawasan waduk sendiri bertujuan agar pihak pengarap memperoleh santunan atau ganti rugi dari pemerintah karena pembangunan waduk yang sempat mandek akan kembali dilanjutkan. Namun oleh masyarakat setempat uang ganti rugi yang diterima pengarap agar dibagi dengan desa karena tambak mereka berdiri di atas tanah desa. Tetapi mereka menolaknya hingga berupaya melalui jalur hukum.

Sementara itu, Kabag OPS Polres Lamongan Kompol Slamet Agus Sumbono mengatakan, pengamanan massa sudah dipersiapkan sebaik mungkin. Bahkan ada ratusan personil gabungan yang dilibatkan dalam unjuk rasa tersebut. Rencana awal pihak pengacara dan penggarap lahan di kawasan waduk sudah sepakat mengikuti arahan dari polisi pada saat rapat sebelumnya. Namun pengacara tersebut justru lewat jalan lain sehingga diketahui warga dan warga yang emosi langsung mengeroyok. “Pada saat rapat kita sudah sepakat untuk mengawal, tapi tiba-tiba dia cari jalan alternatif lain dan akhirnya di massa sama warga,” pungkasnya.(rp yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!