BPBD Evakuasi Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Brantas Tulungagung

sulthon76
Img 20240612 Wa0007

 

“Karena kondisi tubuh korban yang sudah membengkak dan kepala rusak, korban sulit dikenali,” ujar   Robinson.

 

Korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Iskak untuk penanganan lebih lanjut dan identifikasi. Hingga kini, penyebab meninggalnya korban masih belum diketahui apakah murni tenggelam atau ada faktor lain yang terlibat.(pungkasnya)

BPBD Evakuasi MayatTanpa Identitas Mengapung di Sungai Brantas Tulungagung

Mediaciber.net Tulungagung – Seorang pria tanpa identitas (Mr. X) ditemukan tewas terapung di aliran Sungai Brantas, Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Rabu (5/6/2024) siang.

Penemuan ini bermula sekitar pukul 14.00 WIB, ketika seorang petugas perahu penyeberangan di Desa Pulotondo mencium bau tidak sedap yang sangat menyengat di area sungai. Tak lama kemudian, petugas tersebut melihat sesosok mayat yang terbawa arus sungai yang deras.

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung Robinson Nadeakmenjelaskan bahwa mayat tersebut ditemukan dalam kondisi terapung dengan posisi tengkurap dan memakai celana coklat.

Setelah menemukan mayat, petugas perahu penyeberangan segera melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Desa Pulotondo. Kepala desa segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kebenaran laporan dan meminta bantuan warga untuk mengevakuasi korban. Namun, derasnya arus sungai membuat upaya evakuasi oleh warga menjadi sulit.

Karena korban terus terbawa arus, Kepala Desa Pulotondo melapor ke Polsek Ngantru agar evakuasi dapat dilakukan. Petugas Polsek Ngantru kemudian menghubungi Tim Inafis Polres Tulungagung, BPBD dan potensi SAR lainnya untuk berjaga di sungai Brantas.

Korban akhirnya ditemukan di aliran Sungai Brantas di Desa Pakel, Kecamatan Ngantru. Tim Inafis Polres Tulungagung bersama tim BPBD dan Basarta Tulungagung segera mengevakuasi korban menggunakan perahu karet.

Saat dievakuasi, kondisi jasad korban sudah membengkak, mengeluarkan bau busuk, dan bagian kepala mengalami kerusakan.

Setelah berhasil dievakuasi ke daratan, petugas melakukan pemeriksaan dan tidak menemukan identitas pada korban.

“Karena kondisi tubuh korban yang sudah membengkak dan kepala rusak, korban sulit dikenali,” ujar   Robinson.

Korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Iskak untuk penanganan lebih lanjut dan identifikasi. Hingga kini, penyebab meninggalnya korban masih belum diketahui apakah murni tenggelam atau ada faktor lain yang terlibat.(pungkasnya). (Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!