APT Kediri Raya Audensi Dengan Wakil Rakyat, Desak Maksimalkan Potensi Lokal

admin
Img 20241212 Wa0017

Mediaciber.net.Kediri – Aliansi Penambang Tradisional (APT ) Kediri Raya mendesak pemkab Kediri untuk memaksimalkan potensi masyarakat lokal dalam setiap pembangunan yang ada. Hal ini setelah mereka meluncurkan surat cinta untuk menggelar aksi demo besar – besaran, Kamis (12/12/2024), dengan menghadirkan 1.000 truk dan mendatangkan sekitar 5.000an orang.

Aksi damai tersebut tetap akan digelar, pasalnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kabupaten Kediri yang berlangsung di Ruang Rapat Graha Karya Wicaksana DPRD Kabupaten Kediri, pada hari Rabu tanggal 11 Desember 2024, tidak menemukan solusi dari para anggota dewan maupun pihak Pemkab Kediri.

“Hari ini kami memang sudah melakukan RDP dengan para anggota dewan, dari Komisi III DPRD Kabupaten Kediri. Namun kenyataannya belum bisa menemukan solusi, sehingga kami bakal tetap menggelar aksi damai pada Kamis tanggal 12 Desember 2024,” kata Koordinator Aliansi, Tubagus Fitrajaya.

Pada aksi damai besok kami akan membawa enam tuntutan utama. Hal ini meliputi percepatan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), penertiban armada Over Dimensi Over Load (ODOL), pemberdayaan masyarakat lokal untuk proyek strategis nasional (PSN) di Kediri, serta pemberian kesempatan kepada penambang tradisional untuk mensuplai material ke proyek PSN.

“Kami juga mendesak PT Gudang Garam dan pihak kontraktor besar yang ada di bumi Panjalu ini untuk memaksimalkan potensi lokal dalam tenaga kerja dan penyediaan material,” tegasnya.

Sementara itu, Humas PT LMA, Bima, menyatakan bahwa manajemen perusahaan akan ditinjau dan diharapkan dapat memberikan jawaban mengenai kebijakan yang ada. Dia juga menekankan pentingnya proses yang transparan dalam negosiasi ini.

“Kami yakin, partisipasi pekerja lokal sangat penting dalam proses ini. Isu non-teknis yang beredar juga perlu dibahas secara terbuka,” kata Bima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!