“Setelah pertemuan dengan pihak manajemen proyek, kami akan berdiskusi lagi pada Senin (16/12/2024) mendatang untuk mencari solusi terbaik. Komitmen dari pihak pelaksana adalah mendukung pemberdayaan lokal, termasuk suplai material dan tenaga kerja,” kata Tubagus.
Sementara itu, Wakil Proyek Manager PT LMA, Nur Kamal, menyatakan pihaknya telah menerima aspirasi dari aliansi tersebut. Ia mengonfirmasi akan mengadakan pertemuan lanjutan pada Senin depan untuk merumuskan solusi yang memadai.
“Kami sebenarnya sudah memberdayakan pekerja lokal dan vendor lokal untuk beberapa pekerjaan, seperti pembuatan pagar. Namun, ke depan kami akan memperluas peluang ini, termasuk penggunaan truk lokal. Tentu saja, semua akan disesuaikan dengan persyaratan yang ada,” jelas Nur Kamal.
Terkait suplai material seperti batu dan pasir, Nur Kamal menambahkan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan lebih jauh.
“Kami akan berdiskusi lebih rinci untuk memastikan kebutuhan proyek terpenuhi sesuai spesifikasi, namun tetap mengutamakan keterlibatan lokal,” tukasnya.(sinyo)










