Namun, insiden di kamar kontrakan Ayla berujung kekerasan. “FD tiba-tiba menekan tangan saya, kemudian memukul wajah hingga memar dan mencakar pipi saya. Saya membela diri dengan mencakarnya balik,” jelasnya.
Tidak terima dengan tindakan tersebut, Ayla bersama pihak Cafe dan Karaoke tempatnya kerja, untuk melaporkan kejadian ini ke Polsek Tikung. “Saya merasa ini sudah keterlaluan. Saya hanya bekerja untuk mencari nafkah, tetapi malah menjadi korban cemburu buta,” katanya.
Ayla mengungkapkan bahwa konflik ini sudah berlangsung lama. FD sering menerornya melalui pesan singkat, bahkan pernah mendatangi tempat kerjanya. “Saya tahu A punya istri sah. Istrinya pun pernah bertanya langsung ke saya soal hubungan dengan A. Tapi saya tegaskan, saya hanya LC yang bekerja secara profesional,” tutur Ayla.
Kapolsek Tikung melalui Jaelani, salah satu petugas, membenarkan adanya laporan tersebut. “Kami sudah meminta keterangan dari pelapor dan memfasilitasi visum. Selanjutnya, kami akan memediasi kedua pihak,” ujar Jaelani..( Padi )
.










