“Kerawanan lalu lintas masih menjadi tantangan utama, mulai dari kurangnya kesadaran disiplin berlalu lintas, penggunaan ponsel saat berkendara, hingga faktor infrastruktur yang belum seimbang dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat,” ujar Kapolres.
Operasi Keselamatan Semeru 2025 ini mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Guna Terwujudnya Asta Cita”, yang menekankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Sejumlah pelanggaran yang menjadi target prioritas dalam operasi ini meliputi:
* Berboncengan lebih dari satu orang pada kendaraan roda dua
* Melampaui batas kecepatan
* Pengendara di bawah umur
* Tidak menggunakan helm berstandar SNI
* Pengemudi kendaraan roda empat yang tidak memakai sabuk pengaman
* Menggunakan ponsel saat berkendara
* Mengemudi dalam pengaruh alkohol
* Melawan arus
* Knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis
* Menerobos lampu merah










