Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menekankan bahwa korvei juga menjadi sarana edukasi langsung kepada peserta, khususnya dalam hal pengelolaan sampah.
Menurutnya, perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah. Salah satu langkah sederhana yang diterapkan adalah kewajiban membawa tumbler untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Kami ingin membangun kebiasaan baik, dimulai dari hal kecil seperti memilah sampah dari sumbernya dan mengurangi sampah plastik. Ini bagian dari tanggung jawab bersama,” jelas Putut.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
“Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama, antara yang menghasilkan dan yang memanfaatkan. Kalau semua sadar, persoalan ini bisa kita tekan bersama,” tandasnya.(sinyo)










