Kartini di Era Digital: Wabup Kediri Tekankan Perempuan Harus Jadi “Benteng” Anak di Tengah Gempuran Teknologi

admin
Img 20260422 Wa0015

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital dalam keluarga. Menurutnya, orang tua harus terus belajar agar tidak tertinggal dari anak dalam memahami perkembangan teknologi.

“Jangan sampai anak kita lebih paham dunia digital daripada kita, sementara kita tidak tahu apa yang mereka akses setiap hari. Ini bukan soal mengawasi berlebihan, tapi soal melindungi,” tegasnya lagi.

Dalam konteks kebijakan, ia mengapresiasi hadirnya PP Tunas yang dinilai menjadi langkah konkret negara dalam melindungi anak di ruang digital. Namun, ia menekankan bahwa regulasi tidak akan efektif tanpa peran aktif keluarga.

“Aturan sudah ada, negara hadir. Tapi benteng pertama tetap keluarga. Dan di dalam keluarga, perempuan memegang peran kunci,” tandasnya.

Mengacu pada semangat Raden Ajeng Kartini, ia menilai perempuan masa kini harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri sebagai pendidik utama dalam keluarga.

“Kartini mengajarkan kita untuk berpikir maju. Hari ini, berpikir maju itu artinya kita mampu mendampingi anak menghadapi zaman, bukan membiarkan mereka berjalan sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Dr. Ismaya Hera Wardanie, SH, M.hum Kajari Kabupaten Kediri menjelaskan bahwa PP Tunas hadir sebagai respons atas meningkatnya risiko di ruang digital, mulai dari eksploitasi anak hingga penyalahgunaan data pribadi.

Webinar ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga memicu kesadaran kolektif, khususnya bagi perempuan ASN, untuk lebih aktif mengambil peran dalam membangun keluarga yang tangguh.

“Kalau keluarga kuat, maka masyarakat juga kuat. Dan kalau masyarakat kuat, bangsa ini akan lebih siap menghadapi masa depan,” pungkas Ismaya Hera Wardanie.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!