Petani dan Peternak Lamongan Serentak Dukung Program MBG, SPPG Haji Shandi Dinilai Dongkrak Ekonomi Rakyat

admin
Screenshot 2026 0623 140308

Dukungan tersebut muncul karena kebutuhan bahan pangan untuk Program MBG terus meningkat. Telur, daging ayam, daging sapi, sayur mayur, dan berbagai hasil pertanian lokal kini memiliki pasar yang lebih luas dan berkelanjutan. Kondisi ini membuat hasil produksi masyarakat lebih mudah terserap serta membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan peternak.
Para petani mengaku merasakan manfaat langsung dari meningkatnya permintaan bahan pangan. Hasil panen yang sebelumnya sering mengalami fluktuasi harga kini memiliki peluang pasar yang lebih pasti. Situasi tersebut mendorong semangat petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian yang dihasilkan.
Hal yang sama dirasakan oleh para peternak ayam petelur dan peternak ayam pedaging. Kebutuhan protein hewani dalam menu MBG menjadikan telur dan daging ayam sebagai komoditas yang terus dibutuhkan. Peningkatan permintaan tersebut berdampak positif terhadap pendapatan peternak rakyat yang selama ini menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah.
Peternak sapi dan kelompok tani sayur mayur juga memperoleh manfaat dari program tersebut. Kebutuhan bahan pangan bergizi yang terus berjalan menciptakan rantai ekonomi yang saling menguntungkan antara produsen pangan, pengelola program, dan masyarakat penerima manfaat. Dengan demikian, roda perekonomian di tingkat desa semakin bergerak dan berkembang.
Selain berdampak pada sektor pertanian dan peternakan, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Haji Sandi turut mendapat apresiasi dari masyarakat. SPPG tersebut dinilai menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal karena mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dalam berbagai bidang, mulai dari pengolahan makanan, pengemasan, administrasi, hingga distribusi.
Masyarakat menilai keberadaan SPPG Haji Sandi memberikan efek berantai yang sangat positif. Tidak hanya membantu menyukseskan Program MBG dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi warga yang sebelumnya belum memiliki penghasilan tetap. Dengan semakin banyak masyarakat yang terserap dalam aktivitas ekonomi produktif, upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif.
Para tokoh masyarakat dan pelaku usaha pangan berharap Program MBG terus berlanjut dan diperluas cakupannya. Program yang dinilai pro-rakyat ini tidak hanya membantu menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas melalui pemenuhan gizi yang baik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, pelaku usaha lokal, membuka lapangan pekerjaan baru melalui SPPG, serta menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan di Kabupaten Lamongan.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!