Mediaciber.net.Kediri
Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, dipenuhi semangat kreativitas dan kepedulian lingkungan dalam gelaran Festival Youth and Culture 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Kamis (18/6). Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai perlombaan, pertunjukan seni budaya, hingga kampanye pelestarian lingkungan yang diikuti ratusan pelajar dari jenjang SD dan SMP serta generasi muda dari 26 kecamatan di Kabupaten Kediri.
Festival berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif. Lomba menggambar dan mewarnai bertema lingkungan menjadi salah satu daya tarik utama yang diikuti peserta dari berbagai sekolah. Di panggung utama, penampilan musik, musikalisasi puisi, dan seni budaya berhasil menghibur pengunjung sekaligus menyampaikan pesan penting tentang pelestarian lingkungan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kepedulian mereka terhadap isu lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, mengatakan Festival Youth and Culture merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengajak generasi muda menjadi bagian dari gerakan menjaga kelestarian lingkungan melalui pendekatan seni, budaya, dan kreativitas.
“Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan atau hiburan, tetapi menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Ketika semangat berkarya dipadukan dengan kecintaan terhadap alam dan budaya, kami optimistis akan lahir generasi yang mampu menjadi pelopor perubahan menuju Kabupaten Kediri yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. Semoga semangat ini tidak berhenti di festival, tetapi terus diwujudkan dalam aksi nyata di kehidupan sehari-hari,” ujar Putut.
Menurutnya, isu lingkungan akan lebih mudah diterima masyarakat apabila dikemas secara menarik dan melibatkan partisipasi aktif, terutama dari kalangan muda. Ia menegaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum membangun kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta tidak membuang sampah sembarangan.












