“Kami terus berkomunikasi dengan Pertamina agar kebutuhan petani diprioritaskan. Alhamdulillah sampai hari ini belum ada keluhan dari lapangan terkait kesulitan mendapatkan solar bersubsidi,” kata Sukadi.
Ia menegaskan, tidak ada pembatasan khusus terhadap penggunaan solar bersubsidi selama benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Pengawasan justru difokuskan agar subsidi tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan industri.
Selain memastikan pasokan bahan bakar, Dispertabun juga menggandeng PLN Kediri dan PLN Mojokerto untuk menjamin ketersediaan listrik bagi ratusan sumur submersible yang akan dibangun. Pasalnya, fasilitas tersebut membutuhkan daya listrik yang cukup besar untuk beroperasi.
Di sisi lain, ratusan bantuan pompa air yang telah tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kediri dipastikan dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kekeringan.
Sebagai langkah jangka panjang, tahun ini Pemkab Kediri juga akan membangun sekitar 380 titik sumur submersible yang didanai melalui APBN dan APBD Kabupaten Kediri. Sumur-sumur tersebut akan diserahkan kepada kelompok tani sebagai sumber air alternatif guna menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau.
“Jadi sumur itu akan kita berikan kepada kelompok-kelompok tani. Langkah-langkah antisipasi musim kemarau sudah kami siapkan agar petani tetap bisa berproduksi,” tandas Sukadi.(sinyo)












