Ia menjelaskan, materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta etika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menggunakan media sosial.
“Di era digital seperti sekarang, kecakapan bermedia sosial juga menjadi bagian penting yang harus dimiliki siswa. Mereka harus memahami etika, mampu menghargai orang lain, serta menghindari perilaku yang mengarah pada perundungan ataupun penyebaran informasi yang tidak benar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Alfin berharap MPLS menjadi titik awal terbentuknya budaya sekolah yang positif.
“Kami ingin lulusan SMKN 1 Ngasem tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, santun, berintegritas, serta siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan. Nilai-nilai itu mulai kami tanamkan sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah ini,” ungkapnya.
Ia juga mengajak orang tua untuk terus berkolaborasi dengan sekolah dalam mendampingi perkembangan putra-putrinya.
“Peran keluarga sangat besar. Pendidikan karakter tidak cukup dilakukan di sekolah saja. Kami berharap komunikasi antara sekolah dan orang tua terus terjalin sehingga siswa mendapatkan pendampingan yang selaras, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah,” tandasnya.
Selama pelaksanaan MPLS, sekolah juga mengimbau peserta didik untuk selalu menjaga kesehatan, mempersiapkan perlengkapan belajar, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
Dengan konsep MPLS Ramah yang diterapkan tahun ini, SMKN 1 Ngasem berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan cepat, mengenal budaya sekolah secara menyeluruh, serta memulai tahun ajaran 2026/2027 dengan semangat belajar yang tinggi.(sinyo)












