Menurut Zita, banyak peserta memanfaatkan bahan-bahan daur ulang sebagai bagian dari kostum yang mereka tampilkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kreativitas mampu berjalan beriringan dengan semangat menjaga kelestarian alam.
“Di sepanjang parade kita melihat bagaimana kostum berbahan daur ulang dipadukan dengan kekayaan seni dan budaya. Ini menjadi pesan yang sangat kuat bahwa pariwisata masa depan harus berpihak pada lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat tersebut sangat relevan dengan sejarah panjang Kota Kediri yang lahir dari peradaban Kerajaan Dhoho.
“Semoga Kota Kediri menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk membangun pariwisata yang berakar pada budaya sekaligus berpihak pada kelestarian alam,” katanya.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian datang dari PT Gudang Garam Tbk melalui tema “Kerajaan Bunga Anggrek” dengan slogan “Kita Adalah Surya”. Penampilan tersebut mengangkat filosofi kejayaan Kerajaan Kadiri berdasarkan kajian Kidung Harsawijaya, yang dipadukan dengan simbol kesuburan Gunung Kelud dan aliran Sungai Brantas sebagai sumber kehidupan masyarakat Kediri.
Kepala Bagian Humas PT Gudang Garam Tbk, Iwhan Tri Cahyono, mengatakan keikutsertaan perusahaan merupakan bentuk komitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat Kota Kediri.
“Gudang Garam tumbuh dan berkembang bersama Kota Kediri. Karena itu kami ingin menghadirkan karya kreatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat kembali sejarah, budaya, serta nilai-nilai luhur daerah. Tema ‘Kerajaan Bunga Anggrek’ dengan filosofi ‘Kita Adalah Surya’ menjadi penghormatan terhadap warisan budaya sekaligus semangat untuk terus berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sorak sorai penonton yang memenuhi sepanjang rute karnaval menjadi bukti bahwa Dhoho Night Carnival telah menjelma sebagai salah satu agenda unggulan Kota Kediri. Lebih dari sekadar pertunjukan, DNC menjadi panggung kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun citra Kota Kediri sebagai kota yang kaya sejarah, kuat menjaga tradisi, namun terus bergerak maju dengan inovasi.
Dhoho Night Carnival 2026 pun kembali menegaskan satu pesan besar: Kota Kediri bukan hanya merawat warisan masa lalu, tetapi juga berani melangkah menuju masa depan dengan kreativitas, budaya, dan semangat kebersamaan.(sinyo)












