Mediaciber.net.Kediri
Pemerintah Kota Kediri tak ingin persoalan rumah tidak layak huni hanya berhenti pada pendataan. Langkah nyata dilakukan dengan menyalurkan Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk perbaikan rumah warga yang kondisinya memprihatinkan.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bahkan turun langsung memastikan bantuan tersebut diterima warga yang benar-benar membutuhkan. Dua rumah menjadi sasaran kunjungan Mbak Wali, sapaan akrab Vinanda, yakni milik Rahmad Muslimin di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, dan Sukirin di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto.
Keduanya dipilih sebagai penerima bantuan lantaran kondisi rumah yang sudah tidak layak huni dan membutuhkan penanganan segera. Tak hanya itu, keduanya juga tercatat dalam kategori desil satu, kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rentan yang menjadi prioritas intervensi pemerintah.
Bagi Pemkot Kediri, bantuan tersebut bukan sekadar memperbaiki bangunan rumah. Lebih jauh, program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi paling rentan.
“Kami ingin memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat yang nyata. Rumah yang layak bukan hanya soal bangunan, tetapi juga menyangkut kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan kualitas hidup keluarga,” ujar Vinanda, Kamis (30/7/2027).
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh hanya melihat persoalan dari balik meja. Karena itu, dirinya memilih turun langsung untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan program yang dijalankan pemerintah tepat sasaran.












