Diduga Dipicu Korsleting Penanak Nasi, Rumah Senilai Rp1,9 Miliar di Kota Kediri Nyaris Ludes Dilalap Api

admin
Img 20260803 Wa0015

Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau yang identik dengan cuaca panas dan embusan angin kencang.

“Masyarakat kami imbau tidak membakar sampah sembarangan, selalu mengawasi tungku saat memasak, serta rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah,” tegas mantan Kepala Dinas Sosial Kota Kediri tersebut.

Sementara itu, anggota keluarga korban, Sani Lailina, mengungkapkan ibunya sedang tidur seorang diri ketika kebakaran terjadi. Ia baru tersadar setelah mencium bau asap dan mendapati aliran listrik di rumah telah padam.

“Mama saat itu sudah tertidur. Bangun-bangun lampunya mati dan melihat kebakaran sudah besar,” tuturnya.

Dalam kondisi panik, Puji segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Bahkan pada Senin pagi, petugas kembali mendatangi lokasi karena masih ditemukan bara api dan kepulan asap di salah satu ruangan.

“Tadi pagi damkar datang lagi karena masih ada kepulan asap dan bara yang muncul dari salah satu kamar,” kata Sani.

Meski rumah yang telah ditempati bertahun-tahun itu nyaris rata dengan tanah, keluarga bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Anggota keluarga lainnya, Satria Anggara, berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian kepada keluarga yang sedang tertimpa musibah.

Ia juga berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih disiplin dalam menggunakan peralatan listrik di rumah.

“Musibah ini menjadi pembelajaran bersama bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran harus selalu ditingkatkan. Jangan sampai kejadian serupa menimpa keluarga lain,” ujarnya.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!