Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan: Ketika Good News Mendapatkan Award, Sementara Kontrol Justru Dikebiri

admin
Img 20260811 Wa0017

Mediaciber.net.Bojonegoro

81 tahun Indonesia merdeka seharusnya bukan hanya menjadi momentum untuk merayakan keberhasilan, tetapi juga saat yang tepat untuk bertanya: masihkah kemerdekaan memberi ruang bagi suara yang berbeda?

Ketika good news mendapatkan penghargaan, kita tentu patut mengapresiasi. Prestasi, inovasi, dan kabar baik memang layak diberi panggung. Namun, kemerdekaan pers tidak pernah hanya tentang memberitakan yang baik-baik saja.

Ada fungsi lain yang jauh lebih penting: mengawasi, mengkritisi, mempertanyakan, dan memastikan kekuasaan tetap berada dalam koridor kepentingan rakyat.

Di sinilah ironi itu muncul.

Ketika kabar baik mendapatkan award, sementara suara yang menjalankan fungsi kontrol justru dikebiri, kita patut melakukan refleksi.

Sebab demokrasi bukan sekadar tentang seberapa banyak berita positif yang kita konsumsi, tetapi juga tentang seberapa bebas masyarakat mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi.

Pers tidak seharusnya hanya menjadi pengeras suara keberhasilan. Pers juga harus menjadi cermin ketika ada kekurangan, lampu peringatan ketika ada persoalan, dan pengingat ketika kekuasaan mulai lupa bahwa ia memperoleh mandat dari rakyat.

Kemerdekaan tanpa kebebasan menyampaikan kritik hanyalah kemerdekaan yang kehilangan salah satu rohnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!