Maka di usia 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, pertanyaannya bukan sekadar “berapa banyak good news yang berhasil mendapatkan penghargaan?”
Tetapi juga:
“Apakah kita masih memberikan penghargaan yang sama kepada keberanian menyampaikan kebenaran, meskipun kebenaran itu tidak selalu nyaman didengar?”
Karena negara yang kuat bukan negara yang hanya ingin dipuji.
Negara yang kuat adalah negara yang cukup dewasa untuk menerima kritik, cukup percaya diri untuk diawasi, dan cukup bijaksana untuk membiarkan pers menjalankan fungsi kontrolnya.
81 tahun Indonesia merdeka.
Jangan sampai kita merayakan kemerdekaan dengan gemuruh slogan, tetapi perlahan kehilangan keberanian untuk mendengar suara yang berbeda.
Good news boleh mendapatkan award. Tetapi kontrol terhadap kekuasaan jangan sampai kehilangan tempat.
Sebab pada akhirnya, kemerdekaan pers bukan hadiah dari kekuasaan. Ia adalah bagian dari kemerdekaan itu sendiri.(red)












