Pesan tersebut langsung disambut antusias para peserta. Sorak dan tepuk tangan menggema ketika Alfin menyerukan agar generasi muda SMKN 1 Ngasem berani menunjukkan kemampuan serta prestasinya.
Semarak peringatan semakin terasa setelah rangkaian upacara resmi selesai. Tim Pramuka inti SMKN 1 Ngasem menampilkan sejumlah aksi yang menggabungkan kedisiplinan, kreativitas dan kekompakan.
Di antaranya formasi semaphore kolosal dengan gerakan presisi, demonstrasi pioneering modern yang menunjukkan keterampilan peserta dalam membangun konstruksi darurat secara cepat, serta yel-yel kreatif yang menggelegar memenuhi halaman sekolah.
Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan Pramuka mampu dikemas lebih atraktif dan relevan dengan karakter generasi Z.
Bagi SMKN 1 Ngasem, peringatan Hari Pramuka ke-65 bukan sekadar mengenang perjalanan panjang gerakan kepanduan di Indonesia. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa Tri Satya dan Dasa Darma harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Semangat disiplin, gotong royong, kepemimpinan dan pengabdian pun diharapkan terus melekat dalam diri para taruna-taruni sebagai bekal menghadapi dunia pendidikan, dunia industri, hingga kehidupan bermasyarakat. (sinyo)












