“Kami ingin anak-anak SMPN 2 Ngadiluwih tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh, mandiri, inovatif, memiliki kepedulian sosial, serta berakhlak mulia. Prestasi penting, tetapi karakter adalah fondasi,” ujarnya.
Ia pun menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan kepramukaan.
“Pramuka mengajarkan bahwa tidak semua hal bisa dilakukan sendiri. Ada kerja sama, kepemimpinan, komunikasi, dan kepedulian. Inilah nilai yang harus terus kami hidupkan di lingkungan sekolah,” imbuh Ririn.
Semangat tersebut kemudian ditunjukkan melalui penampilan tim Pramuka inti SMPN 2 Ngadiluwih. Usai apel, para siswa menampilkan demonstrasi baris-berbaris serta pionering, yakni keterampilan membuat berbagai bentuk konstruksi menggunakan tali dan tongkat.
Penampilan tersebut mendapat perhatian dari peserta apel. Kekompakan gerakan, ketelitian, dan kerja sama tim menjadi gambaran nyata bagaimana pendidikan karakter diterapkan melalui kegiatan Pramuka.
Ririn menambahkan, momentum Hari Pramuka ke-65 menjadi pengingat bagi sekolah untuk terus memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan potensi diri.
“Pramuka harus menjadi ruang yang menyenangkan untuk belajar. Anak-anak bisa belajar memimpin, mengambil keputusan, bekerja sama, menyelesaikan masalah, sekaligus belajar bertanggung jawab atas tugasnya,” tuturnya.
Ia berharap semangat yang muncul dalam peringatan Hari Pramuka tidak berhenti setelah apel selesai.
“Yang paling penting bukan meriahnya acara hari ini, tetapi apa yang dibawa anak-anak setelah kegiatan ini. Saya berharap semangat disiplin, gotong royong, keberanian, tanggung jawab, dan cinta tanah air benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan mereka,” pungkas Ririn.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan foto bersama antar-kelas. Seluruh kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh kekeluargaan.(sinyo)












